Friday, December 14, 2012

Ngomongin Budaya

Oke, kali ini gue mau bahas sedikit tentang masalah budaya. gue jadi pengen nulis yang ginian gara - gara tadi ada temen gue yang nyeritain kelakuan anak - anak kampus sama emaknya. kebetulan tadi emaknya yang datang ngejemput temen gue ini dan gue sekalian ditebengin balik. gue duduk dibelakang, temen gue duduk disamping emaknya, dan emaknya yang nyetir. kira terjadilah percakapan begini :

Emaknya : nak, tadi mama ngeliatin ada bocah - bocah, udah tua sih kayaknya kelihatan dari jakunnya. tapi kelakuannya itu loh, nggak mencerminkan muka yang udah tua. teman kamu yah?

Temen gue : oh itu mah, mereka sih senior. kalau dikampus saya udah biasa gitu. emangnya mamah liat mereka ngapain aja?

Emaknya : masa tadi ada yang ngorek - ngorek tempat sampah trus ngampil botol kosong air mineral buat main lempar - lempar basket gitu ke tong sampah. trus pas udah masuk dikeluarin lagi, trus dilempar masuk lagi, trus dikeluarin, trus dilempar masuk lagi, sampe - sampe mamah ngelihatnya dengan antusias (yah, antusias) dan hampir direkam tadi. nggak tahannya itu, mereka ketawa - ketawa kegirangan gitugak jelas

Gue : hm .... (duduk dibelakang, ngupil trus nempelin ke bawah jok mobil)

Temen Gue : iya mah, mereka itu baru keluar dari pedalaman Papua Nugini. belum pernah ngelihat yang namanya botol air mineral. selama ini mereka pikir botol air mineral tu cuma dipake buat koteka (sarung titit). malu deh pernah di ospek sama senior kayak gitu. kayaknya emang udah budayanya, mau diapain lagi.

Nah, budaya ...seperti yang kita lihat dari percakapan diatas tadi. temen gue mempunyai kesimpulan bahwa yang namanya budaya itu sulit untuk diubah, bingung mau diapain lagi. pada dasarnya budaya adalah hasil cipta karya budi dubur (salah ketik, maksudnya "luhur") yang tumbuh lebat keriting - keriting (apa ini?) dan berkembang disuatu lingkungan serta disepakati bersama.

dari budaya, biasanya melahirkan suatu tradisi, dan dari tradisi biasanya lahirlah ilmu pengetahuan.
jadi kalau ada suatu bangsa yang punya ilmu pengetahuan tinggi, kemungkinan itu semua lahir dari budayanya yang juga tinggi.

misalnya, ada suku yang bisa membuat teh telur dengan memanfaatkan nuklir dan bahan - bahan radioaktif, atau membuat sate dengan bom atom. itu mungkin saja kalau mereka bisa dan terampil.
atau ada suatu suku yang bisa membuat reaktor nuklir dari teh telur, atau membuat bom nuklir dari sate padang. itu juga sah - sah saja.

kebanyakan cecungut - cecungut yang tititnya (toleransinya) kurang, selalu bersikap rasis dan tidak bisa menghargai budaya lain (suatu penelitian mengatakan bahwa, ukuran titit memengaruhi rasa toleransi, entah ini teori bodoh siapa, tapi kayaknya gue percaya deh). sikap rasis ini tertanam dalam diri mereka karena selama ini tidak pernah turun langsung ke lapangan untuk melihat dimana banyak budaya - budaya saling berinteraksi tapi hanya melihat dari televisi saja.

jangan dulu memandang ke seluruh dunia, di indonesia saja terdapat banyak macam budaya dari moncong pulau sumatra sampe pantat pulau papua. setiap daerah pasti selalu dibagi atas dua, yaitu masyarakat modern dan masyarakat adat. masyarakat adat inilah yang senantiasa menjaga dan memelihara budaya yang telah menjadi tradisi dari nenek moyang mereka.

mari kita sebutkan beberapa contoh budaya yang ada disetiap daerah di Indonesia :

1. di Aceh, berdoa minta didatengin Tsunami itu adalah tabu, dan pelakunya bakal ditusuk - tusuk pantatnya pake batang salak
2. di Batak, menyanyikan lagu sik sik sibatumanikam sampai tewas adalah bentuk rasa cinta terhadap tanah air
3. di Minangkabau, berdua - duaan dengan kebo sampai lewat jam tengah malam, akan langsung dikawinkan ditempat
4. di Melayu ( Jambi, Riau, Kepri, Bangka Belitung, Palembang, Kalimantan Barat) makan tempoyak dan menghirup kuah pempek sampe terberak dicelana adalah bentuk menghargai terhadap Ibu pertiwi
5. di Bengkulu, dilarang bertelanjang bulat di tepi pantai ketika ada Tsunami
6. di Lampung, berenang dari pelabuhan bakauheuni ke pelabuhan merak, adalah bentuk tindakan berani dan ksatria
7. di Sunda, makan batagor dari lobang hidung itu dilarang
8. di Jawa, membuat lelucon tentang lelek (tukang bangunan) akan dihukum berat
9. di Dayak, semakin panjang telinga maka semakin tinggi pula derajatnya (gue gak tau apa ini berlaku untuk titit)
10. di Bali, berjemur dipantai sambil nungging sepanjang hari itu hak azasi
11. di Mataram, tidur sampai lewat tengah malam disebut begadang
12. di NTT, orang yang menghina komodo berarti lebih buruk dari menghina neneknya sendiri
13. di Makassar, menghina titit orang adalah hal yang sangat tercela
14. di Bugis, berlari bolak - balik dari gunung ke pantai adalah bentuk rasa syukur
15. di Palu, makan Paku adalah bentuk rasa cinta tanah air yang berlebihan
16. di Manado, eek di muka umum, apalagi dimuka orang itu tidak boleh
17. di Ambon, orang yang mencuri kutang akan dianggap sebagai musuh negara
18. di Papua, berhubungan suami istri tanpa melepas koteka akan dihukum berat dengan memasang koteka dari sarang semut

Bagaimana? bukankah keragaman budaya di nusantara ini merupakan suatu anugrah yang sangat indah. oleh karena itu kita harus saling menghormati suatu budaya kendati aneh sekalipun. jauhkan diri kita dari sifat rasis dan mari bersatu sesuai bhineka tunggal ika.

sekian dulu posting gue kali ini

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesukanya ....